More

    Sri Mulyani: Anggaran program PEN 2021 naik jadi Rp699,43 triliun


    Anggaran PEN yang naik 21 persen kita harapkan akan menjadi daya dorong yang efektif untuk pemulihan terutama terutama Januari sampai Februari dan diharapkan terus continue sampai Maret.

    Jakarta (ANTARA) – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa anggaran untuk program pemulihan ekonomi nasional (PEN) mencapai Rp699,43 triliun pada 2021 atau meningkat dari alokasi sebelumnya yang sebesar Rp688,33 triliun.

    Sri Mulyani menuturkan anggaran sebesar Rp699,43 triliun tersebut naik 21 persen dari realisasi PEN tahun lalu yang mencapai Rp579,78 triliun dan diharapkan dapat menjadi daya dorong efektif untuk pemulihan terutama pada kuartal I-2021.

    “Anggaran PEN yang naik 21 persen kita harapkan akan menjadi daya dorong yang efektif untuk pemulihan terutama terutama Januari sampai Februari dan diharapkan terus continue sampai Maret,” katanya dalam Konferensi Pers APBN KiTA secara daring di Jakarta, Selasa.

    Baca juga: Menko Airlangga proyeksi ekonomi 2021 “rebound” kisaran 5,5 persen

    Ia merinci anggaran PEN 2021 yang mencapai Rp699,43 triliun tersebut fokus untuk lima bidang yakni kesehatan, perlindungan sosial, program prioritas, insentif usaha, serta dukungan UMKM dan pembiayaan korporasi.

    Bidang pertama yaitu kesehatan memiliki alokasi anggaran Rp176,3 triliun meliputi program vaksinasi Rp58,18 triliun, diagnostik (testing dan tracing) Rp9,91 triliun, therapeautic Rp61,94 triliun, insentif pajak kesehatan Rp18,61 triliun dan penanganan lainnya Rp27,67 triliun.

    Bidang kedua adalah perlindungan sosial Rp157,41 triliun meliputi PKH bagi 10 juta KPM Rp28,71 triliun, kartu sembako Rp45,12 triliun, Pra Kerja Rp20 triliun, BLT Dana Desa Rp14,4 triliun, bansos tunai bagi 10 juta KPM Rp12 triliun, perlinsos lainnya Rp37,18 triliun.

    Baca juga: Sandiaga temui Airlangga bahas PEN untuk pelaku pariwisata

    Bidang ketiga adalah program prioritas sebesar Rp125,06 triliun meliputi padat karya K/L Rp27,33 triliun, ketahanan pangan Rp47,1 triliun, kawasan industri Rp11,33 triliun, pinjaman daerah Rp10 triliun, ICT Rp16,65 triliun, pariwisata Rp8,66 triliun, prioritas lainnya Rp4,11 triliun.

    Bidang keempat adalah dukungan UMKM dan korporasi Rp186,81 triliun dengan fokus pada subsidi bunga UMKM Rp31,95 triliun, BPUM Rp17,34 triliun, subsidi IJP Rp8,51 triliun, PMN BUMN, LPEI, dan LPI Rp58,76 triliun, penempatan dana Rp66,99 triliun, serta dukungan lainnya Rp3,27 triliun.

    Bidang kelima adalah insentif usaha Rp53,86 triliun meliputi PPh 21 DTP Rp5,78 triliun, pembebasan PPh 22 Impor Rp13,08 triliun, pengurangan angsuran PPh Pasal 25 Rp19,71 triliun, PPnBM DTP kendaraan bermotor Rp2,98 triliun, dan insentif lainnya Rp12,3 triliun.

    “PEN melonjak mendekati 21 persen anggarannya karena ini adalah motor paling penting di dalam perekonomian kita saat ini,” tegasnya.

    Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
    Editor: Nusarina Yuliastuti
    COPYRIGHT © ANTARA 2021



    Source link

    Share

    All countries
    113,544,308
    Total confirmed cases
    Updated on February 26, 2021 3:40 am
    Italy
    2,868,435
    Total confirmed cases
    Updated on February 26, 2021 3:40 am
    Spain
    3,180,212
    Total confirmed cases
    Updated on February 26, 2021 3:40 am
    Iran
    1,607,081
    Total confirmed cases
    Updated on February 26, 2021 3:40 am
    Germany
    2,426,819
    Total confirmed cases
    Updated on February 26, 2021 3:40 am

    Latest Updates

    Frequently Asked Questions

    Related Articles

    Presiden tegaskan transformasi digital harus mendorong TKDN

    Dengan teknologi baru, dengan pola pikir, dengan ‘mind set’ baru, dengan kesempatan bisnis...

    Luhut ungkap kemungkinan buka kembali pariwisata Bali

    Jumlah kasus (COVID-19) di Bali dalam beberapa minggu terakhir ini telah menunjukkan penurunan...Jakarta...

    Menteri Trenggono minta sertifikat MSC tuna terus dipertahankan

    Sertifikat MSC ini harus dipertahankan terus.Jakarta (ANTARA) - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti...

    Presiden ungkap syarat agar pertumbuhan ekonomi RI melebihi prediksi

    Jakarta (ANTARA) - Presiden RI Joko Widodo mengungkapkan syarat agar pertumbuhan ekonomi Indonesia...